Indonesia

COCCIDIOSIS

Coccidiosis disebabkan oleh parasit mikroskopik (protozoa) dimana umum ditemukan di peternakan. Coccidia menghancurkan sel intestine pedet dan domba menyebabkan kerusakan ekonomis yang serius.

Implikasi Coccidiosis

Coccidiosis dapat menimbulkan:

  • Kerusakan sel intestine sehingga mengganggu absorpsi nutrisi
  • Gejala klinis seperti diare dan darah pada feses dapat terlihat 18-19 hari pasca infeksi
  • Infeksi sekunder

Siklus hidup coccidia:

Oocyst coccidia yang tidak sengaja tertelan dari lingkungan oleh pedet dan domba akan bermultiplikasi secara asexual pada usus halus. Pada hari ke 16 post infestasi, oocyst di internal akan penetrasi usus besar untuk multiplikasi secara sexual. Di hari ke 22-25, oocyst akan diekskresikan ke lingkungan secara massif.

Gejala Klinis

Walaupun demikian, gejala klinis hanya merupakan puncak gunung es dimana kerusakan yang signifikan dapat terjadi sebelum gejala klinis muncul, sebagaimana parasite bermultiplikasi pada usus halus. Kejadian subklinis ini menyebabkan sbb:

  • Penurunan rata-rata perkembangan
  • Penurunan efisiensi konversi pakan
  • Rentan terhadap penyakit
  • Penurunan nafsu makan
  • Pertumbuhan tidak merata dalam satu kawanan

Pengobatan

Pengobatan dengan satu kali dosis dapat menyebabkan infeksi timbul kembali seketika dari lingkungan sementara jika menggunakan Deccox selama 28 hari dapat mencegah terjadinya coccidiosis baik klinis maupun subklinis.

Informasi Kontak

Talavera Suite, 19th Floor Unit 05-06
Jl. Letjen TB. Simatupang Kav. 22-26
Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Indonesia
Jakarta Selatan 12430 .
Zoetis.Indonesia@zoetis.com
Phone : +622130052400 Fax: +6565125096